Danau Aco terletak di Kampung Linggang Melapeh Kecamatan Linggang Bigung , 10 Km dari Kampung Melapeh Baru, 25 Km dari pusat kota Sendawar, dapat dijangkau dengan sepeda motor dan mobil. Berjarak 5 Km dari Kampung Linggang Melapeh Kecamatan Linggang Bigung. Danau Aco luasnya 4 Ha.
Di
Danau Aco juga terdapat berbagai jenis ikan air tawar seperti Haruan,
Sepat Siam, Kakap, Nila, Lele, dan Keong Emas. Yang khas di sekeliling
Danau Aco banyak terdapat jaung (honje atau kecombrang) yang buahnya
untuk dimakan sebagai bahan rujak dan bunganya untuk sayur asam atau
sambal.
Konon Danau Aco ada legendanya. Ribuan tahun yang lalu dipuncak Gunung Aco terdapat sebuah kampung yang terdiri dari beberapa Lamin Beluq dan Oso diadakan upacara adat Timeq (Beliatn Ngugu Taotn).
Beluq adalah seorang Bapak yang berhobi berburu disamping pekerjaan
sehari-hari berladang. Oso, seorang ibu pawang beliatn. Saking
gembiranya Beluq berburu mendapat seekor Lutung (Buus dalam bahasa Tonyooi). Dia mengambil ekor Buss yang panjang untuk pemukul tambur dan Oso menari beliatn
dengan semangat sebagai ungkapan terima kasihnya kepada Beluq yang
memberi pemukul tambur yang unik. Semua yang hadir tertawa
terpinggal-pinggal melihat peristiwa tersebut, sehingga terjadilah angin
ribut, hujan lebat dan petir guntur bertabu-tabu. Terjadilah kehancuran
(Killit dalam Bahasa Tonyooi), Oso hancur menjadi danau dan
Beluq melarikan diri ke daerah lain, yang kemudian dia juga berubah
menjadi sebuah batu di sebuah danau di daerah lain yaitu Danau Beluq.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar